Judul

Strategi Penanganan Stunting Kota Bandung (Penelitian Mandiri)

Pelaksana

Wiedy Yang Essa (Peneliti Pertama)

Abstrak

Kota Bandung ditetapkan menjadi lokasi fokus intervensi penurunan stunting nasional pada tahun 2020. Meskipun menjadi salah satu Kota metropolitan di Indonesia, namun prevalensi stunting Kota Bandung masih di atas standar WHO, sehingga diperlukan suatu strategi percepatan penurunan dan penanganan stunting yang tepat sasaran. Lokasi prioritas penanganan stunting perlu memperhatikan aspek sosial dan lingkungan agar memudahkan pengambil kebijakan dalam melakukan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis situasi kondisi stunting di Kota Bandung, kemudian memetakan Kelurahan berdasarkan indeks risiko stunting, sehingga diperoleh rekomendasi intervensi pada Kelurahan prioritas. Metode kuantitatif digunakan sebagai pendekatan untuk menganalisis 151 Kelurahan menggunakan konsep adaptasi perubahan iklim yang meliputi analisis bahaya dan kerentanan, sementara metode kualitatif dilakukan melalui FGD pada stakeholder terkait untuk menggali permasalahan lebih teknis dan merumuskan strategi efektif. Hasil analisis menunjukkan terdapat 15 Kelurahan yang memiliki risiko kejadian stunting paling tinggi di Kota Bandung. Pada umumnya Kelurahan tersebut memiliki jumlah penduduk miskin yang relatif tinggi, sanitasi lingkungan yang buruk serta lemahnya kapasitas adaptif. Rekomendasi untuk percepatan penurunan stunting adalah dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai stunting lewat edukasi secara berkelanjutan, percepatan program intervensi stunting baik secara sensitif dan spesifik, pengembangan sistem manajemen data stunting terpadu serta peningkatan partisipasi dan koordinasi antar stakeholder terkait.

Tindak Lanjut

1) Peningkatan kuantitas dan kapasitas SDM pengukur status gizi balita serta pengelola gizi Puskesmas; 2)Optimalisasi intervesi penanganan dan pencegahan stunting baik isu gizi spesifik dan gizi sensitif; 3) Membangun sistem manajemen dan basis data terpadu terkait stunting; 4)Meningkatkan koordinasi dan advokasi antar stakeholder dalam meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan dan penurunan stunting; 5) Meningkatkan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan stunting